
Kampung Sanan adalah sebuah perkampungan kecil di tengah perkembangan sebuah kota
besar. Dengan ciri khas sebagai pusat industri tempe di kota Malang, dengan ciri khas yg lain yaitu mayoritas penduduknya beragama Islam. Sebuah
pola kehidupan yang dinamis serta seimbang di antara penduduknya, dan
keragaman yang harmonis menimbulkan suasana yang nyaman serta
menggairahkan semangat hidup. Dengan pusat-pusat kegiatan yang mencakup
seluruh aspek hidup dan kehidupan. Di kampung Sanan ada masjid megah
"DARUSSALAM" namanya sebagai pusat peribadatan masyarakat kampung Sanan
selain 8 Musholla yang ada. Pondok pesaantren "AL-DACHLANIY" merupakan
pusat menimba ilmu agama bagi masyarakat kampung Sanan. Dan pusat
pengelolaan ekonomi kemasyarakatan di percayakan pada Primkopti "BANGKIT
USAHA" , di beri nama bangkit usaha dengan harapan bisa membangkitkan
usaha dan perkembangan ekonomi masyarakat kampung Sanan. Kalaulah saat
ini tingkat ekonomi masyarakat kampung sanan terus meningkat , tidak
terlepas dari kegigihan tokoh-tokoh masyarakat. Nama-nama tokoh
masyarakat kampung Sanan antara lain bpk. H. Acmari Amir , alm. bpk. Ir.
H. Zainuddin , alm. bpk. Rochmat Sa. , alm bpk. Drs. H. Machfudz dan
bpk. Muchsin Ircham (beliau adalah ketua RK atau ketua rw pada tahun 70
an ). Karena usaha beliau-beliau inilah sehingga kampung Sanan bisa di
kenal masyarakat luas melalui produk TEMPE. Dimulai dari jaman ketua RK
bapak Muchsin Ircham dan di lanjutkan jaman ketua RW. bapak H. Rohmat
Sa. Dengan semangat yang tinggi bapak H. Achmari Amir mengenalkan tempe
sebagai produk makanan yang bergizi, beliau mempresentasikan TEMPE ke
kampus-kampus yang ada di Indonesia. Sehingga seringkali kediaman beliau
di datangi mahasiswa dosen serta peneliti mikrobiologi dari luar negeri
antara lain dari New Zealand, Jepang , Amerika , Inggris , Jerman dan
canada. Selanjutnya sekarang ini pengembang produk tempe generasi 2
berupa KRIPIK TEMPE dan sambal goreng tempe menjadi oleh-oleh khas dari
kota Malang.
Komentar
Posting Komentar